KPK Panggil Kembali Pemilik BDNI Terkait Kasus BLBI

JAKARTA (WARTATOP) — Pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nursalim yang saat ini berada di Singapura kembali dipanggil oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Mereka hendak dimintai keterangan oleh KPK terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, surat pemanggilan terhadap Sjamsul Nursalim dan istrinya sudah disampaikan ke kediaman dan kantor di Singapura serta Indonesia.

“KPK telah berkoordinasi dengan otoritas di Singapura dan ikut mengantarkan surat tersebut ke Singapura,” tegasnya, Senin.

Untuk surat ke kantor di Indonesia disampaikan ke kantor PT Gadjah Tunggal di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Ia menambahkan KPK akan meminta keterangan dan sekaligus memberi ruang bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi atas kasus itu.

Febri menegaskan rencana pemanggilan Sjamsul Nursalim dan istrinya merupakan jadwal kedua. Sebelumnya, KPK telah memanggil keduanya pada Senin (8/10) dan Selasa (9/10), tetapi keduanya tidak memenuhi panggilan.

“Dalam proses penanganan perkara BLBI sebanyak 26 orang telah dimintakan keterangan. Mereka berasal dari unsur Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), dan swasta,” paparnya.

Dalam kasus ini, mantan Ketua BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung telah divonis 13 tahun penjara ditambah denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti melakukan penghapusan piutang Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimiliki Sjamsul Nursalim sehingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,58 triliun.

Syafruddin terbukti melakukan korupsi bersama dengan pihak lain, yaitu Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Sjamsul Nursalim, dan Itjih Nursalim. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*