Kejaksaan Tahan Lima Tersangka Kasus Mega Korupsi Jiwasraya

JAKARTA-(WARTATOP)-Tim penyidik Kejaksaan Agung menahan lima tersangka kasus dugaan mega korupsi yang merugikan keuangan negara Rp13,7 Triliun di PT Jiwasraya.

Tersangkan yang ditahan masing masing mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo dan Syahmirwan pensiunan PT Asuransi Jiwasraya.

Sedang dua tersangka lainnya yaitu Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Setelah dilakukan pemeriksaan para tersangka langsung ditahan penyidik Kejaksaan Agung, Selasa (14/01).

Para tersangka ditahan di beberapa rutan berbeda yakni Rutan Kejaksaan di Kejari Jakarta Selatan, Rutan Pomdan Jaya Guntur , Rutan Cipinang dan Rutan Kejaksaan Agung.

“Pemisahan tempat penahanan para tersangka adalah untuk
kepentingan pemeriksaan,” jelas Jam Pidsus AdinToegarisman SH kepada wartawan.

Dia menjelaskan penahanan awal dilakukan selama 20 hari.

Sejauh ini jelasnya penyidik masih menunggu hasil perhitungan kongkrit kerugian negara dari BPK.

Seperti diberitakan pada akhir 2019, Kejaksaan agung mengambil alih perkara yang ditangani oleh Kejati DKI itu, dan langsung maraton memanggil para petinggi mulai dari pejabat di PT Jiwasraya (Persero), pihak swasta yang latarbelakangnya perusahaan raksasa, hingga pejabat di Bursa Efek Jakarta.

Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi sehingga telah menetapkan tersangkanya.

Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Yang diduga akibat adanya transaksi – transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun.

Kapuspenkum Kejaksaan Hari Setiono SH menjelaskan potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional.

Dikatakan, kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (Sdri. Rini M. Soemarno) Nomor : SR – 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33 / F.2 / Fd.2 / 12 / 2019 tanggal 17 Desember 2019. (haris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*