Kejari Demak Berhasil Damaikan Kasus KDRT Anak Pidanakan Ibu Kandung

SEMARANG-(WARTATOP)-Diwarnai isak tangis dan saling berpelukan akhirnya kedua anak dan ibu saling berdamai dan memaafkan di ruang Comand Center Kejaksaan Negeri Demak, Rabu (13/1).

Adalah perkara yang menghebohkan dimana anak melaporkan orang tua sendiri karena KDRT yakni Agesti Ayu Wulandari (anak kandung) dengan ibunya yang sempat menjadi tersangka Sumiyatun binti Sudarmo (ibu kandung).

Berkas kasus ini telah bergulir hingga masuk tahap penuntutan di kejaksaan Negeri Demak.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Bambang SH menuturkan perdamaian kedua anak dan ibu kandung dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Demak dengan dihadiri berbagai pihak sebagai mediator yaitu dari unsur tokoh masyarakat Dedi Mulyadi (Anggota DPR RI Fraksi Golkar Mantan Bupati Purwakarta dan unsur ulama Gus Rofiq’i Muhklis Ketua BKN NU Pusat.

“Turut hadir pada pertemuan tersebut Kapolres Demak dan sebagai tuan rumah Kepala Kejaksaan Negeri Demak.
Dan di hadiri juga oleh keluarga tersangka dan korban serta Teman2 dari Media Cetak dan Online lebih kurang jumlah peserta pertemuan tsb 20 orang lebih,” jelas Bambang.

Pertemuan silaturahmi itu telah menyelesaikan dengan perdamaian antara ibu dan anak kandung.

“Pertemuan silaturahmi Mediasi dilaksanakan dalam Rangka untuk melaksanakan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif sebagaimana amanat Perja No. 15 Tahun 2020 untuk Pemulihan kembali kepada keadaan semula dan memberikan keseimbangan perlindungan antara kepentingan ibu dan anak,” jelas Bambang.

Dengan dicabutnya laporan kepolisian oleh Agesti, kini si ibu dapat menghirup napas lega, sebab ia dibebaskan dari segala tuduhan.

Sumiyatun mengaku senang dengan keputusan ini. Dia mengucapkan rasa syukur dan rasa terima kasih kepada pihak yang sudah membantu dirinya untuk menyelesaikan kasus ini.

“Alhamdulilah terima kasih. Semoga ini bisa jadi awal kesuksesan dari anak saya,” kata Sumiyatun.

Dia meminta agar netizen berhenti merundung putri sulungnya itu di media sosial. Sebab, semuanya sudah berakhir damai.

Sementara Agesti sendiri menyatakan permohonan maaf kepada ibunya.

“Bagaimana pun beliau sebagai orang tua yg membesarkan saya mendidik saya dengan adanya cobaan ini pasti ada hikmahnya. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung saya insyaallsh tanpa di suruh siapapun saya akan mencabut laporan ini,” kata Agesti.

“Beliau orang tua yg sangat kuat yg saya cintai,” tutur Agesti lagi.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Demak Suhendra SH mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang turut serta dalam menyelesaikan kasus hukum yg telah viral ini.

“Sebenarnya laporan ini sudah dari bulan Agustus 2020 sudah kita upayakan perdamaian. Namun baru pada hari yang baik ini semua dapat diwujudkan,” kata Suhendra.

Dikatakan Jaksa dan polisi tidak bisa menolak perkara apabila sudah memenuhi deliknya.

“Secara administrasi Agesti sudah mencabut laporannya dan sudah saling memaafkan. Insyaallah kami akan menindaklanjuti hasil zrestorasiperdamaianp dengan melaksanakan justice dan selanjutnya tentu kami harus melaporkan dulu ke Pimpinan dan Insyaalla kami akan menghentikan perkara tersebut melalui Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP),” tegas Suhendra.(hrs)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*