Kasatpol PP Beltim : Tak Mampu Bayar Denda Rp7,5 Juta, Tersangka Penjual Tuak Pilih Hukuman Kurungan

MANGGAR-(TERBITTOP)-Tak mampu membayar denda 7,5 juta rupiah sesuai vonis hakim, JWD (37) memilih kurungan penjara 3 bulan.

Kini terhukum penjual minuman keras jenis tuak telah dibawa ke Lapas Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Kamis (27/5)

Setelah persidangan Tipiring PN Tanjungpandan Senin (24/5) JWD di vonis hakim membayar denda uang sebesar 7,5 juta rupiah, atau subsider hukuman kurungan penjara 3 Bulan jika terpidana tidak membayar denda tersebut.

Putusan tersebut dilayangkan, tersangka terbukti dan mengakui memproduksi sekaligus menjual minuman keras jenis tuak tanpa izin.

Perbuatan JWD melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2017 pasal 37 ayat 1, tentang pengendalian dan pengawasan Minuman Keras.

Bukannya membayar denda tersebut sesuai keputusan hakim, tersangka justru memilih hukuman penjara 3 bulan di Lapas Klas IIB Tanjungpandan.

Kasatpol PP Beltim Zikril, SS, dihubungi Terbittop.com, menegaskan jika pilihan tersebut yang dilakukan JWD,alasannya tak mampu memenuhi putusan hakim membayar denda, memilih menjadi penghuni tahanan penjara,hotel pordeo.

Tersangka ini tidak mampu membayar denda sesuai ponis hakim, artinya ketika tersangka ini tidak bisa membayar biaya denda, dikenakan pasal subsider 3 bulan kurungan penjara.

“Perintah Kejari Beltim, Tersangka di Swab Antigen kemudian diantar ke Jaksa untuk dikirim ke lapas Tanjungpandan,” tandas Zikril didampingi PPNS Zirwan.

Kasus ini terungkap ketika Pol PP Beltim menerima laporan masyarakat, penjualan Miras jenis tuak kepada anak dibawah umur. dilakukan pengembangan penyelidikan dan penyidikan oleh PPNS.

Berhasil mengamankan JWD warga Desa Selinsing Kecamatan Gantung dan mengakui memproduksi menjual Miras tersebut.(Yustami/Andri)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*