Mensos RI Hadiri Penyerahan Aset Bernilai Rp80 Miliar Dari Kejati Jatim Kepada Pemkot Surabaya

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mohamad Dhofir bersama Menteri Sosial RI Tri Rismaharini dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat penyerahan penyelematan aset di Kantor Kejaksaan Tingi Jawa Timur, JUmat (4/6)

SURABAYA-(WARTATOP)-Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali mengukir prestasi dengan menyerahkan aset tanah seluas 2.032 m2 dengan nilai sebesar Rp80 miliar kepada Pemkot Surabaya.

Aset tersebut berupa tiga sertipikat Hak Pakai (SHP) Pabrik Coklat yang terletak di Surabaya diserahkan langsung Kepala Kejati Jatim, Mohamad Dofir kepada Walikota Surabaya Eri Cahyadi.

Penyelematan dan penyerahan aset secara seremonial ini dihadiri Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (4/6).

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr Mohamad Dofir SH MH menuturkan tiga aset yang diselamatkan itu berada di Jalan Sariboto I nomor 5 seluas 264 meter persegi, Jalan Kalisari 28 seluas 1.190 meter persegi, hingga Jalan Kalisari nomor 12 seluas 578 meter persegi.

Menurut Dhofir, pihaknya berupaya untuk mengembalikan sejumlah aset negara yang hilang. Lantaran, dikuasai pihak-pihak lain secara ilegal dan belum ada pencatatan secara spesifik.Di antara aset yang dikembalikan itu aset yang sejak tahun 1974 dikuasai pihak lain.

Sebelumnya, pada 21 Oktober 2020, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga telah menyerahkan aset seluas 722 m2 dengan nilai Rp 2,436 miliar yang terdiri dari 2 SHP aset. Di antara aset yang dikembalikan hari ini, terdapat aset yang sejak tahun 1974 dikuasai pihak lain.

Dhofir mengatakan penyelematan aset tersebut melalui proses panjang karena aset aset tersebut belum didukung bukti, atas kepemilikan atau penguasaan aset antara lain berupa tanah.

“Kami menerima sejumlah laporan perihal hilangnya aset negara, dimana laporan itu datangnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dan hilangnya aset tersebut dapat mengakibatkan adanya kerugian negara ata daerah,’ jelas Dhofir.

Setelah mendapat laporandan awal dari Pemkot Surabaya Tim Kejati Jatim langsung bergerak menelusuri aset tersebut.Data kepemilikan dari Pemkot Surabaya tersebut diadu dengan data kepemilikan pihak ketiga.

“Ternyata data kepemilikan Pemkot Surabaya lebih kuat, saat kami akan naikkan kasusnya dari penyelidikan ke penyidikan, pihak tersebut menyerah dan mengembalikan aset tersebut ke Pemkot Surabaya,” jelas Dhofir.

Sebelumnya, selain aset dan bangunan di Jalan Kalisari, Kejati Jatim juga menyelamatkan aset Pemkot Surabaya di Jalan Kenjeran, Jalan Upa Jiwa, aset tanah di Sidoarjo, hingga aset yayasan kas pembangunan (YKP) senilai triliunan rupiah.

Risma menyatakan, aset yang diserahkan kejaksaan hari ini sebelumnya merupakan obyek hukum yang dikuasai pihak lain secara tidak sah. Melalui proses panjang aset tersebut kembali ke pangkuan Pemkot Surabaya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak sehingga semua aset ini bisa kembali. Terutama kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang telah bekerja penuh dedikasi dan profesional,” kata Risma di Surabaya, Jumat 4 Juni 2021.

“Sudah 47 tahun dikuasai pihak ketiga, Alhamdulillah sekarang bisa kembali ke Pemkot Surabaya. Berupa tanah bangunan, dipakai untuk pabrik cokelat,” kata Risma.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bersyukur atas bantuan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sehingga aset tersebut dapat kembali kepada Pemkot Surabaya.

“Mudah-mudahan sinergitas antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dapat semakin ditingkatkan,” katanya.

Dikatakan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah banyak berperan dalam mendukung kinerja Pemkot Surabaya, di antaranya dalam mengembalikan aset, membantu terkait pengadaan tanah maupun pengadaan barang dan jasa serta permasalahan aktual lain di kota pahlawan.

“Sesuai data yang ada, telah terjadi kerusakan pada 96 Desa/Kelurahan yang tersebar di 24 Kecamatan,” tutup Eri.

Eri Cahyadi mengatakan setelah kembali ke tangan pemkot, pihaknya akan memaksimalkan aset itu untuk kepentingan warga Surabaya.

“Bisa menjadi sentra UKM, yang pasti bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan warga Surabaya,” jelasnya.(ris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*