Kebijakan Ekonomi Jokowi Masih Berpihak Pada Korporasi Besar

JAKARTA (WARTATOP) — Kebijakan ekonomi jilid III Presiden Joko Widodo tetap berpihak pada korporasi besar dan menengah sehingga menciptakan kerentanan ekonomi.

Menurut anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mukhaer Pakkanna. perangkat kelembagaan untuk implementasi program masih rentan dan terkesan berorientasi pemihakan pada korporasi menengah dan besar.

Karena itu, katanya, diperlukan penyikapan yang jelas terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah yang selama ini disebut stimulus. “Jadi, kebijakan pemerintah belum berorientasi pada pemihakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” lanjutnya lewat pernyataan tertulis yang diterima, Senin.

Ia menegaskan sesungguhnya pelaku usaha yang mampu menyelamatkan badai krisis adalah UMKM. Untuk itu Muhammadiyah mengusulkan agar pemerintah melakukan sejumlah arah kebijakan yang mendukung hal tersebut.

“Pertama, penguatan lembaga keuangan mikro, terutama yang berorientasi di perdesaan. Perlu ada regulasi untuk menjaga kesinambungan arus kesehatan finansial lembaga keuangan mikro, terutama bagi BMT/BTM yang murah,” paparnya

Kedua, perlu penguatan basis ekonomi rumah tangga, terutama kaum perempuan. Untuk mengurangi dampak kemiskinan, alokasi pembiayaan atau modal usaha perlu difokukan pada nasabah perempuan.

“Ketiga, penguatan ekonomi rumah tangga pertanian, nelayan (pesisir) dan kelompok usaha rentan (mikro). Dengan arahan yang demikian, kami menyakini pemerintah mampu memberikan terobosan untuk keluar dari permasalahan ekonomi bangsa saat ini,” ujarnya. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*