Ahok Harus Perjelas Maksud Pemintaan Maafnya Terkait Surat Al Maidah

JAKARTA (WARTATOP) — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diminta Ketua MUI Pusat Ma’ruf Amin untuk memperjelas maksud permintaan maaf terkait perkataannya mengenai Al Quran Surat Al Maidah ayat 51.

Ia mengatakan Ahok meminta maaf atas kesalahannya atau minta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan tetapi tidak merasa bersalah. Hal itu yang perlu diperhatikan dan diperjelas.

“Permintaan maaf yang telah disampaikan Ahok tersebut tidak kemudian menghentikan tindak lanjut pemeriksaan kepolisian mengenai laporan dugaan pelanggaran Pasal 156 ayat a KUHP tentang Penistaan Agama,” paparnya, Rabu.

Ia menegaskan jika ada orang meminta maaf, maka pihak yang dimintai akan memaafkannya. Namun, terkait kasus penistaan agama, proses hukumnya harus tetap jalan karena ini masalah yang menyangkut umum.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah tahun depan, meminta maaf kepada umat Islam soal perkataannya yang menyebut Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 di hadapan warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Ahok mengakui ucapannya menimbulkan kegaduhan dan menyinggung perasaan umat Islam. “Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10).

“Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan umat Islam apalagi sampai menistakan agama.
Tidak ada maksud saya melecehkan Al Quran. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa. Orang Pulau Seribu pun tidak ada satu pun yang tersinggung,” ungkap Ahok. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*