KPK Akan Kaji Kemungkinan Munculkan Sprindik Baru Untuk Novanto

JAKARTA (WARTATOP) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji apakah pihaknya akan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk Setya Novanto atau tidak, terkait hasil praperadilan yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, saat ini KPK tengah mengkaji secara detil tentang langkah-langkah menyikapi hal tersebut. Ia mengatakan KPK akan pelan-pelan mengambil langkah yang berarti kasus yang menjaret Novanto tidak boleh berhenti.

“KPK juga akan mengeveluasi terlebih dahulu pascaputusan Hakim Tunggal Cepi Iskandar yang menerima sebagian permohonan praperadilan Ketua DPR itu,” ungkapnya, Kamis.

Saut mengatakan pihaknya akan mengevaluasi beberapa kelemahan dalam menetapkan status tersangka Setya Novanto. Pihaknya akan berusaha menutup kelemahan-kelamahan itu.

KPK juga telah secara resmi mengajukan perpanjangan permintaan cekal ke luar negeri terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi e-KTP.

Menurut Saut, KPK sudah meminta permintaan cegah tangkal ke luar negeri untuk Setya Novanto, yaitu pada 10 April 2017 dan akan habis masa berlakunya pada 10 Oktober 2017.

Setya Novanto dicegah tangkal ke luar negeri dalam kapasitasnya sebaga saksi proyek e-KTP.
Setnov tetap dicegah keluar negeri pasca-keputusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Cepi Iskandar pada 29 September 2017, yang mengabulkan gugatan praperadilan Setya Novanto sehingga menyatakan bahwa penetapannya sebagai tersangka tidak sesuai prosedur. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*