Pascagempa, Ribuan Warga di Pesisir Selatan Cilacap Mengungsi ke Tempat Aman

JAKARTA (WARTATOP) – Pascagempa berkekuatan 6,9 skala Richter, ribuan warga di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan mengungsi ke sejumlah lokasi yang jauh dari pantai. Ini terjadi gempa yang melanda kawasan itu berpotensi tsunami.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy, warga umumnya mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai aman.

Ia mengatakan mereka melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang aman. Berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) gempa yang terjadi di kawasan itu berpotensi tsunami di wilayah Jawa Barat, sedangkan di Cilacap warga diminta waspada.

“Kami terus memantau perkembangan di wilayah ini, termasuk mengecek kondisi pantai karena dikabarkan sempat surut saat terjadi gempa,” lanjutnya.

Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Tarmuji mengungkapkan mayoritas warga di sekitar Teluk Penyu mengungsi ke sejumlah lokasi.

Menurutnya, ia bersama beberapa nelayan sekitar pukul 00.30 memantau kondisi pantai. Kondisi airnya terlihat normal dan tidak surut.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto seperti dikutip Antara mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Sebab, kepanikan itu akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sesuai data sementara yang dilaporkan melalui grup Siaga Bencana Cilacap (grup Whatsapp milik BPBD Cilacap, red.), gempa di kawasan itu telah merobohkan rumah milik Suharti, warga Kelenpring RT 02 RW 14, Kecamatan Patimuan; rumah milik Marjan, warga Maos Kidul RT 05 RW 03, Kecamatan Maos; dan rumah milik Lubar, warga Panisihan RT 01 RW 01, Kecamatan Maos. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*