Tas, Sepatu, Mobil dan Apartemen Rita Widyasari Disita KPK

JAKARTA-(TERBIT TOP)-Bupati nonaktif Kutai Kertanegara, Rita Widyasari dan Komisaris PT Madia Bangun Bersama (PT MBB) Khairudin, didakwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai terdakwa pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Rp 438 Miliar.

Berdasarkan bukti dan fakta yang dipweoleh Penyidik KPK Rita dan Khairudin diduga mencuci uang dari hasil tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam sejumlah proyek dan perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Diduga dilakukan tersangka Rita Widyasari bersama-sama Khairudin selama periode jabatan Rita sebagai Bupati Kutai Kartanegara,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, baru ini.

Rita dan Khairudin ditenggarai telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi tersebut untuk membeli kendaraan yang menggunakan nama orang lain, tanah, uang tunai maupun dalam bentuk lainnya.

“Salah satunya penyamaran itu dilakukan dengan menggunakan nama orang lain,” ujar Syarif.

Penyidik KPK telah menyita sejumlah aset milik Rita berupa tiga unit mobil, yaitu Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser, kemudian dua unit Apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dari kasus ini KPK juga menyita sejumlah dokumen dan transaksi keuangan atas indikasi penerimaan gratifikasi, serta dokumen perizinan lokasi perkebunan Kelapa Sawit dan proyek-proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Indikasinya kuat sekali, bahwa pemberian izin-izin yang berhubungan baik itu sawit dan juga sumber daya yang lain dan juga berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan Rina dan Baharudin. Karenanya Rita dan Khairudin disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Disamping itu Rita dan Khairudin telah ditetapkan pula sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP), Hery Susanto Gun alias Abun.

Dalam kasus itu, Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sedang dugaan gratifikasi Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp 6,97 miliar. Itupun terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar. KPK sudah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset Rita, mulai dari mobil hingga apartemen.

Menariknya lagi dari kasus Rita Widyasari tersebut, Penyidik KPK menyita 40 tas merk terkenal. Namun Rita Widyasari menganggap wajar kepemilikan sebanyak 40 tas bermerek yang disita dalam kasus pencucian uang. Diakuinya, tas-tas tersebut bukan barang asli alias KW.

Menurut Rita, wajar bagi seorang perempuan memiliki tas bermerek seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, dan Celine.

“Saya kan perempuan, jadi biasalah ya,” selorohnya, di gedung KPK, Jakarta, pekan lalu.

Rita mengaku tas-tas bermerek yang dirinya beli itu merupakan barang KW. Dia menyebut, tas palsu itu dibeli hanya untuk bergaya. “Di mana-mana juga banyak yang palsu. Ya namanya juga cewek untuk action,” dalihnya.

Rita yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi, kembali dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia ditenggarai menyamarkan hasil gratifikasi selama menjadi Bupati sebesar Rp 436 miliar.

Menurut Rita, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur itu, nilai yang disebut KPK sebagai bagian pencucian uang itu adalah bagian dari aset miliknya berupa tambang batu bara.

Selain dirinya, ibu dan kakaknya juga memiliki tambang batu bara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. KPK menilai tambang tersebut bagian dari pencucian uang yang dilakukan selama menjabat Bupati sejak 2010 lalu.

“Terus tadi beliau (Penyidik) sampaikan bahwa Rp 436 miliar itu adalah angka aset saya, yang mana salah satunya itu aset saya. Saya kan punya tambang,” ungkap dia.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, tas-tas yang diduga dibelanjakan Rita dari hasil gratifikasi tersebut telah disita penyidik KPK. Selain tas, Rita juga memiliki sepatu bermerek Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan sejumlah merek lainnya.

“(Ada) tas berbagai merk, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, dan lain-lain. Sepatu 19 pasang dalam berbagai merk, Gucci, LV, Prada, Channel, Hermes, dan lain-lain,” tuturnya.

Selain membelanjakan tas dan sepatu bermerek, Rita juga membeli tiga unit mobil, yaitu Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser. Rita juga membeli dua unit Apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur. (cn/dm)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*