TP4D Tuntaskan Sengketa Lahan Tol Pemalang-Solo

SEMARANG-(TERBITTOP.COM)-DIBERBAGAI DAERAH kini gaung kinerja Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) semakin bergeliat.Bahkan di Jawa Tengah berkat kehadiran TP4D (Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) telah memperlancar pembangunan proyek strategis nasional pembangunan jalan Tol Pemalang-Solo (Proyek Waskita Toll Road). Proyek ini sempat terjadi sengketa hambatan dalam pembebasan lahan namun setelah turunnya TP4D pembebasan berjalan lancar dan diharapkan pembangunan jalan Tol ini dapat digunakan pada lebaran 2018.

“Setelah TP4D turun pembangunan jalan Tol ini sudah berjalan lancar.Proyek ini menelan biaya sebesar Rp44 triliun termasuk pembebasan lahan ganti rugi sebesar Rp19 triliun.Keseluruhannya ada 330 kegiatan pembangunan,”ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sadiman SH MH dalam percakapan dengan TERBITTOP di ruang kerjanya belum lama ini di Semarang.

Dikatakan hal-hal yang krusial hambatan terkait proyek pembangunan strategis nasional adalah pembebasan lahan jalan Toll serta pembebasan lahan pembangunan jaringan sutet. Tim TP4D dalam mengawal semua proyek tersebut hanya mendapatkan satu masalah yang krusial yakni terjadi di Kabupaten Batang dan di kota Semarang adanya saling klaim kepemilikan tanah dan saling menaikan harga dengan nilai yang telah ditetapkan apprasail.

Namun semua hambatan kata Sadiman yang didampingi Ketua TP4D Bambang Hariyanto SH MH dan Kasi I As Intel, Rudhy Pashusip SH, dapat diselesaikan dan kini pembangunan proyek jalan tol tersebut lancar. Untuk proyek strategis nasional lainnya yang dikawal TP4D,meliputi proyek Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak senilai Rp1.568 triliun, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo senilai Rp2.695 triliun, proyek Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana senilai Rp1.938 triliun, Proyek Balai Tehnik Perkeretapian Kelas I Wilayah Jawa Tengah senilai Rp4.948. triliun serta proyek Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang senilai Rp6.034 triliun.

Kemudian dua proyek PT Pelindo III (Persero) Terminal Peti Kemas Semarang senilai Rp261.01 miliar dan Proyek Pelindo III (Persero) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang senilai Rp433.2 miliar serta Proyek PT Perkebunan Nusantara IX sebesar Rp1 triliun dan Proyek PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II senilai Rp165.8 miliar.

Menurut Sadiman pengawalan proyek masuk ke TP4D pada saat awal tahun anggaran, proses lelang dan awal pelaksanaan pekerjaan.TP4D Kejati Jawa Tengah memberikan teguran jika ada persoalan keterlambatan progres yang tidak sesuai target.

“Kami meluruskan jangan sampai ada penyimpangan dalam proyek tersebut. Selama ini TP4D belum mengalami benturan dengan Kepolisian terhadap proyek yang sudah dikawal TP4D,”kata Sadiman.

Dalam kaitan pembebasan lahan kata Sadiman umumnya menyangkut harga karena ada yang jadi ‘provakator’ dilapangan dan setelah Tim TP4D turun sudah berjalan lancar. Karena proyek terbesar adalah pembangunan jalan Tol tentu memerlukan waktu mengingat jalan tersebut melewati jurang jurang yang pembangunan memerlukan waktu membangun tiang tiang jalan.

“Pembangunan jalan Tol akan memangkas waktu dimana pembangunan Jalan Tol ini akan mempercepat seperti Jalan Senarang – Salatiga, sekarang dicapai hanya setengah jam dicapai,”kata Sadiman.

Lebih jauh dijelaskan untuk Proyek Provinsi yang dikawal antara lain Proyek Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwiata ada 4 paket dengan total Rp207.2 miliar,Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya ada 46 proyek senilai Rp434.9 miliar ,Proyek Dinas PU Sumber Daya Ar dan Penataan Ruang sebanyak 75 proyek dengan total anggaran Rp66.9 miliar serta proyek RSUD Tugurejo 9 proyek dengan total Rp53,26 miliar dan RSUD Dr Moewardi ada 5 proyek senilai Rp10.54 miliar.

TP4D jelas Sadiman juga mengawal proyek Pemda Kota Semarang terdiri proyek RSUD Kota Semarang sebesr Rp59,3 miliar,20 Proyek Dinas PU dan Penataan Ruang Kab Kudus sebesar Rp103.04 miliar Pemkab Sukuhardjo total anggaran Rp90 miliar, RSUD Prof Margono Soekarjo Purwokerto total Rp15.3 miliar, RS Jiwa Surakarta total Rp11,9 miliar,RSUD RAA Soewomdo Pati satu proyek senilai Rp52,4 miliar dan Dinas Perdagangan Kab Kudus 4 proyek total anggaran
Rp54.6 miliar.

“Sedangkan untuk Pengawalan Dana Desa setiap Kejari telah dilakukan sosialisasi sambutannya sangat positif dimana TP4D Kejari mengawal dana desa dan salah satu Kejari yang terbaik adalah Kejari Klaten,”jelas Sadiman.(haris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*