Program Tabur 31.1 Intelijen Tangkap 56 Buronan

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)- Setelah Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejati Jambi mengamankan mantan Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Revolren Simanjuntak di Jambi pada Jumat (16/2) sekitar pukul 19.40 wib di JL Paal Lima Kota Jambi. Dan pada hari yang sama sekitar pukul 22.45 WIB bertempat di Jalan Sei Blumai No 25/14 Kelurahan Babura Kec Medan Baru Kota Medan, Tim Tabur 31.1 Intelijen Kejaksaan Agung bersama Tim Kejati Sumatera Utara berhasil menangkap lagi satu buronan tindak pidana korupsi pengadaan lahan atas nama Ir Madison Silitonga ME.

Jaksa Agung Muda Intelijen Dr Jan Maringka SH MH yang dihubungi TERBITTOP Sabtu pagi (17/2) membenarkan adanya penangkapan kedua buronan tersebut.

Penangkapan terhadap terpidana Madison Silitonga ME jelas Jan Maringka,sedikit agak alot karena saat mau diamankan terpidana berusaha untuk bersembunyi dengan mengunci semua pintu rumahnya. Terpidana Madison Silitonga adalah PNS yang merupakan tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Deli Serdang tahun 20014 dalam perkara Tipikor pengadaan lahan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp5,332.939.000.-

Jam Intel Jan Maringka menjelaskan kronologi penangkapan yang dipimpin oleh Tim yang dipimpin As Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto SH dan Kasi Idpolhankam mendatangi target rumah dimana terpidana sedang berada. Saat itu bertemu Tim sudah bertemu dengan terpidana yang kemudian langsung lari kedalam rumah serta mengunci seluruh pintu sehingga Tim Intelijen tidak bisa masuk.

Setelah satu jam menunggu jelas Jan Maringka, Tim Intelijen akhirnya melakukan upaya paksa dengan membuka pintu dan menggeledah seisi rumah namun target tidak ditemukan.

“Ahirnya setelah dilakukan pencarian di belakang rumah terlihat terpidana bersembunyi di atap dan berusaha untuk melompat dinding. Namun akhirnya berhasil diamankan dan kemudian dibawa Ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk pemeriksaan adminisrasi dan serah terima dengan pihak Kejaksaan Ngeri Deli Serdang,” jelas Jan Maringka.

Dijelaskan, berdasarkan putusan MA No441/K.Pid/2006/MA tanggal 10 Agustus 2006 dan Putusan PK No 61.PK/Pid.Sus/2008 tgl 16 Seftember 2008 terpidana dijatuhi pidana penjara selama tiga tahun dan denda 50 jt sub 5 bln melanggar 3 UU No 31 thn 1999 jo UU No 20 thn 2001 tentang Tipikor dan sebelum ditetapkan sebagai DPO pada tanggal 23 April 2012.

“Kini sekitar jam 00.15 wib Jumat (16/2) dinihari, terpidana telah diserahterimakan kepada Kejaksaan Negeri Deli Serdang untuk selanjutnya dimasukkan ke LP Lubukpakam oleh Tim JPU Kejari Deli Serdang,”jelas Jan Maringka.

Dikatakanm terpidana Madison Silitonga adalah PNS yang bertindak sebagai Pimbagpro Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Medan dan sekitrnya pada Kementerian PU tahun 2004 telah menyetujui pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan tanpa mengindahkan hasil inventarisasi yang dibuat Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Deli Serdang dan bertentangan dengan Keppres No 55 Tahun 1993. Kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Penangkapan di Jambi

Sebelunya Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI mengamankan satu buronan terpidana perkara korupsi yang berasal dari Kejaksaan Negeri Muara Sabak, Revolren Simanjuntak. Terpidana yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur berhasil diamankan di Jalan Kol M Kukuh Kota Baru Paal lima Jambi Kota Jambi pada hari Jumat (16/2) sekitar pukul 19.40 wib.

Terpidana Revolren Simanjuntak, pekerjaan mantan anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No 2021 K/Pid.Sus/2008 tanggal 2 November 2010, merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi dana APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2002 dan 2003 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 6.496.488.888 dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp50 juta subsidair enam bulan kurungan.

“Dengan dengan penangkapan ini maka dalam rangka program Tabur 31.1 sejak Januari 2018 telah berhasil diamankan sebanyak 56 orang buronan guna penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus,”kata Dr Jan Maringka.

Program Tabur 31.1 yang dicetuskan Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S Maringka ini kini sudah menunjukkan efektifnya menangkap buronan dari 31 Kejati di seluruh Indonesia minimal 1 buronan. Program ini pun nyatanya cukup sukses mendorong penangkapan buronan dari setiap daerah di Indonesia.

Jan menjelaskan Program tabur 31.1 merupakan rekomendasi raker Kejaksaan tahun 2017 agar setiap Kejati segera mengeksekusi hukuman badan para terpidana dari perkara pidana dengan bantuan monitoring centre Kejaksaan minimal satu pada setiap bulannya.(haris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*