Kuliner di Bali, “Makan Bubur Laota Serasa Di Hongkong”

Apa sih kuliner malam yang enak di Tanjung Benoa Bali ? Selain berbagai macam restoran dan masakan, antara lain nasi pedas, nasi campur wisatawan bisa memilih makanan yang disukai. Malam itu jarum jam sudah menunjukan pukul 21.10 WIT, diiringi hujan rintik di lobby Hotel Grand Aston Bali di Tanjung Benoa saya menyapa Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Dr Sunarta SH MH yang sedang santai di lobby ngobrol bersama seorang rekan pengusaha. Meksi hujan pada Rabu (14/2) suasana di Tanjung Benoa terasa menyenangkan setelah mengikuti seharian acara Diskusi Tematik tentang penguatan lembaga Kejaksaan akhirnya saya diajak berjalan keluar hotel mencari kuliner malam yang asyik di Tanjung Benoa Bali.

“Ayo kita makan bubur di Warung Laota.Namanya bubur pelangi Laota khas Hongkong dengan sajian berbagai pilihannya, pokokny enak,”tutur Rekan Pak Sunarta sambil berjalan mengajak saya dan rekan berjalan menuju restoran pelangi Laota. Diantar seorang rekan pengusaha bernama Sandi asal NTT, kami berempat tiba di Warung Laota yang terletak di di Jln Pratama No. 34, Tanjung Benoa, Nusa Dua Bali. Perjalanan dari hotel menuju restoran tidaklah begitu jauh hanya ditempuh selama 15 menit. Sepanjang jalan kita akan melihat deretan kafe instagenic di setiap sudut juga mengundang wisatawan.

Seperti diketahui pulau Dewasa tidak saja terkenal dengan keindahan yang eksotis, yang membuat setiap orang jatuh hati untuk berada di pulau Dewata yang indah tetapi kuliner lezatnya juga menjadi buruan banyak orang, termasuk bubur Bali yang enak serta bubur Laota khas Hongkong. Sangking penasarannya kami memesan dua mangkok yang bisa dimakan berempat dengan sajian tambahan sayuran dengan pilihan bahan olahan terdiri dari olahan ikan, udang, kepiting hingga cumi. Meski menggunakan beragam hasil laut, makanan lezat bubur laota ini ternyata tidak berbau amis. Rasanya juga enak dan tak tertandingi.

Bubur Pelangi Laota dengan campuran 7 macam seafood rasanya gurih dan enak, harganya pun bersahabat.Bubur Pelangi, Sajian Restoran Bali, Serasa Makan di Hongkong. Restorab yang satu ini rasanya tidak pernah sepi pengunjung, selalu ramai walaupun bukan di jam makan bahkan ternyata memiliki beberapa cabang yang di pulau Dewata Bali.

Saat makan saya jadi teringat karena di kampung saya ada sebutan Negeri Laskar Pelangi. Tetapi ini warung bubur ini disebut ‘Bubur Pelangi Laota’ ternyata nama Pelangi membuat kesan yang tinggi bagi wisatawan siapa saja yang mendengarnya. Sambil makan saya pun banyak bertanya soal nikmatnya bubur Pelangi ini. Bubur Pelangi tentunya bukan bubur dengan warna pelangi, tetapi yang dimaksud adalah bubur dengan 7 macam isian di dalamnya, ada ikan, udang, kepiting, cumi, daging sapi, selada, telur phitan. Soal kenikmatan tidak perlu diragukan lagi deh. Bubur hangat dinikmati bersama kecap asin dengan irisan jahe, daun bawang, dan rawit. Maknyoss banget ditambah dengan ikan kerapu yang sudah di steam menjadi penambah nafsu makan, a must try!

Sesuai dengan labelnya, mulai dari olahan bubur dan juga seafood kukusnya disajikan dengan beberapa variasi. Ada bubur seafood laota, bubur pelangi laota, bubur daging ikan kerapu, bubur udang, bubur cumi-cumi, telur pitan, lectuce saos tiram, kailan tumis bawang putih, bebek panggang Hongkong dan masih banyak lagi variasi yang lainnya. Bubur pelangi laota dan bubur seafood laota, bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati sajian bubur yang lengkap dan khas Laota Resto.

Bubur pelangi yang terdiri dari campuran kerapu fillet, udang, cumi-cumi, daging sapi cincang, daging kepiting, telur phitan dan sayur lectuce. Diatasnya ditaburi dengan kacang tanah goreng dan disajikan dengan sebuah mangkuk dalam porsi cukup besar. Untuk seporsi bubur bisa dinikmati 2 sampai 3 orang. Untuk menyantap bubur ini anda akan diberikan pelengkap berupa sebuah mangkuk kecil berisi campuran kecap asin, potongan cabe rawit dan jahe. Dengan campuran inilah yang membuat bubur pelangi semakin nikmat ketika disantap.

Untuk menebus sajian yang satu ini, cukup dengan Rp. 30.000/ porsi, sedangkan untuk bubur seafood laota dengan Rp. 33.000 dengan porsi yang sama. Mungkin terbilang cukup mahal, namun mengingat porsi dan rasanya yang nikmat serta tempatnya yang cukup nyaman, harga tersebut cukup murah. Untuk mencicipi masakan khas Hongkong, terutama untuk Hongkong Porridge & seafood steam, kita cukup singgah ke resto ini setiap saat. Karena resto ini selalu setia melayani para pembelinya setiap hari 24 jam non-stop. Pilihan yang cukup tepat, bila Anda ingin menikmati hidangan bubur dengan beberapa variasi yang berbeda setiap saat.

Ini adalah yang pertama kali saya datang ke warung Laota di Tanjung Benoa, rasanya jadi ketagihan deh hehehe…menarik sekali pelayanannya juga sangat cepat gak sampai 10 menit dua mamgkok bubur udah tersedia di meja kita.Pokoknya kalau liburan ke Bali jangan lupa mampir ke Laota, cobain bubur dan aneka masakan seafoodnya yang enak, dijamin ga bakal nyesel! Laota juga ada yang buka 24 jam, jadi kalau mendadak lapar tengah malam, sosor aja warung bubur Laota …..hhmmm… rasanya enak deh ngebubur!

Menikmati bubur Laota ini serasa berada di Hongkong karena semua sajian sesuai menu khs negeri Hongkong. Karena itu untuk mencicipi masakan khas Hongkong, terutama untuk Hongkong Porridge & seafood steam, kita cukup singgah ke resto ini setiap saat. Karena resto ini selalu setia melayani para pembelinya setiap hari 24 jam non-stop. Pilihan yang cukup tepat, bila Anda ingin menikmati hidangan bubur dengan beberapa variasi yang berbeda setiap saat. Inilah ungkapan pemiliknya Tuan Laota, “Jika kita memasak dengan cinta berarti kita memberi cinta kepada tamu kita”. (haris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*