Kejagung Tangkap Pegawai Sudin PU Tata Air yang Buron

JAKARTA-(WARTATOP)-Kejaksaan Agung melalui Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) pada JAM Pidsus berhasil menangkap pegawai negeri sipil pada Sudin PU Tata Air Jakarta Barat berinisial AP (Amir Pangaribuan) pada Jumat (2/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapuspenkum Kejagung Mohammad Rum kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/3) mengatakan AP ditangkap karena buron sejak 2016 setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana swakelola di Sudin PU Tata Air Jakbar tahun anggaran 2013 sebesar Rp14.181.578.526

Tersangka AP yang menjabat Kasi Pemeliharaan pada Sudin PU Tata Air Jakbar priode 2013 ditangkap Tim Satgassus P3TPK dibantu Resmob Mabes Polri di daerah Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat.

“Malam itu juga tersangka dibawa ke Kejagung guna menjalani pemeriksaan dan setelah itu ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung selama 20 hari,” tutur Rum.

Penahanan didasarkan Surat Perintah Penahanan ditanda-tangani Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus No: Print-12/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 03 Maret 2018 terhitung dari 3 Maret hingga 22 Maret 2018.

Rum menyebutkan tersangka AP dalam kasus ini disangka melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus yang membelit AP terkait dugaan korupsi dana swakelola sebesar Rp14 miliar yang antara lain untuk kegiatan infrastruktur saluran lokal, saluran drainase jalan, dan perbaikan pengendali banjir, dengan kerugian negara Rp5.158.574.542,80 berdasarkan hasil audit BPKP.

Dalam kasus yang sama sejumlah terdakwa juga kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Mereka yaitu Yoyo Suryanto, Raden Sugiyanto, Subari, Nurhadi, Heri Setyawan, Heddy Hamrullah, Binahar Pangaribuan, Ahmad Mawardy, Eko Prihartono dan Arnold Welly Arde.(did/ris)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*