HM Prasetyo: Jangan Berbangga, Masih Banyak PR Kejaksaan

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Jaksa Agung Dr (HC).HM Prasetyo SH menegaskan walaupun dari hasil pe
penilaian lakip Kejaksaan R. I. Tahun 2016 dengan nilai B (61.10) yang mengalami peningkatan dari hasil penilaian tahun 2015 dengan nilai cc (50.02), akan tetapi jajaran ini tidak boleh berbangga dan berpuas diri karena banyaknya pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.

Penegasan ini disampaikan HM Prasetyo SH saat membuka Bimbingan Tehnis Reformasi Birokrasi yang diikuti 250 peserta terdiri dari Wakil Jaksa Tinggi, As Intel dan Asbin se Indonesia serta dari Kejaksaan di Aula Badan Diklat Ragunan, Rabu (2/5).

Hadir pada pembukaan Deputi Menpan Bidang Reformasi Birokrasi Muhamad Yusuf Ateh, Wakil Jaksa Agung,Dr Arminsyah SH, Kaban Diklat,Setia Untung Arimuladi SH, Jambin Bambang Waluyo, Jam Intel, Dr Jan Maringka SH serta Sesbadandiklat Kadiroen SH. Bintek akan berlangsung selama dua hari.

Pekerjaan rumah tutur HM Prasetyo, antara lain Kejaksaan belum menerapkan penetapan perjanjian kerja (PK) secara berjenjang dan menyeluruh sampai tingkat unit kerja kejaksaan negeri.

“Melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian perjanian kerja secara berkala dan tersistem sejalan dengan monev realisasi keuangan sampai pada tingkat unit kerja kejaksaan negeri,”tegas HM Prasetyo.

Selain itu lanjutnya, kejaksaan juga masih harus mengembangkan sistem informasi akuntabilitas kinerja berbasis elektronik (e-sakip), peningkatan kualitas sdm dan meningkatkan kualitas evaluasi internal akuntabilitas kinerja.

Dikatakan bimbingan teknis yang pertama kali diadakan RB sebagai salah satu upaya percepatan program reformasi birokrasi kejaksaan.

“Saya ingin menegaskan bahwa Aspek akuntabilitas kinerja Kejaksaan R. I. adalah merupakan salah satu isu strategis pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kejaksaan, sehingga penyelenggaraan bimbingan teknis ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memberikan pemahaman dan menyatukan pola pikir terkait rencana strategis, rencana kerja, perjanjian kerja, laporan kinerja dan indikator kinerja utama, baik dalam tataran konseptual, punyusunan, penerapan maupun evaluasinya,” jelasnya.

Selain itu program bimbingan teknis terkait akuntabiltas kinerja yang mutlak perlu dilaksanakan baik di tingkat pusat maupun daerah, mengingat rekomendasi kemenpan dan rb atas hasil evaluasi akuntabilitas kinerja Kejaksaan R. I. Tahun 2016, menyatakan rencana strategis lembaga Kejaksaan Dan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah direvisi benar-benar telah digunakan untuk penyempurnaan renstra unit kerja, penetapan Perjanjian Kinerja (PK) secara berjenjang, monev kinerja secara berkala dan penyusunan laporan kinerja akhir tahun secara berjenjang sampai unit kerja Kejari.

Dikatakan, pada tahun 2017 kejaksaan telah melaksanakan beberapa kegiatan reformasi birokrasi sebagaimana digariskan dalam peraturan Jaksa Agung R. I. nomor : Per-004/a/ja/03/2017 tentang road map reformasi Birokrasi Kejaksaan R. I. tahun 2015-2019, namun demikian upaya reformasi birokrasi tersebut masih banyak lebih terfokus pada pemenuhan persyaratan formil seperti adanya peraturan dan dokumen konseptual. Karenanya Penguatan 9 (sembilan) program reformasi birokrasi kejaksaan masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi kejaksaan.

Selain tegas HM Prasetyo meskipun berhasil menerima hasil evaluasi RB tahun 2016, kategori B dengan nilai 64.75, yang hal itu berarti telah meningkat bila dibandingkan penilaian pada tahun 2015 yaitu kategori B dengan nilai 60.53. Namun Kemenpan dan RB ternyata memberikan rekomendasi atas hasil evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi Kejaksaan R. I. tahun 2016.

“Terutama secara umum terkait kredibilitas (credibility) dan keandalan (reliability) atas dokumen akuntabilitas dan dokumen keuangan kejaksaan baik dalam tataran perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporannya,” jelas Prasetyo lagi.

Sementara itu Deputi Bidang Birokrasi Repormasi Menpn Muhamad Yusuf Ateh mengatakan memberi apreasiasi atas kemajuan kinerja kejaksaan dimana kini sudah semakin dipercaya masyarakat. Kegiatan Bintek akan diadakan di tingkat kejaksaan Tinggi.

Seusai membuka kegiatan ini Jaksa Agung HM Prasetyo didampingi Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi SH, Deputi RB Menpan,Wakil Jaksa Agung dan para Jaksa Agung muda meninjau fasiltas yang ada di badiklat seperti fitnes, monumen jaksa agung dari masa ke masa ke gedung adhi dan lapangan tembak badiklat.
Pada kesempatan itu Jaksa Agung HM Prasetyo dan Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah SH melakukan uji coba menembak.(haris).

Leave a comment

Your email address will not be published.


*