Game Online Bahayakan Perkembangan Remaja

JAKARTA (WARTATOP) – Kecanduan bermain game online sangat membahayakan perkembangan anak. Hal itu disebabkan anak-anak yang kecanduan game online umumnya akan mengalami gangguan kesehatan baik fisik maupun psikis.

Motivator ternama Aris Ahmad Jaya mengatakan hal tersebut dalam ceramah ‘Bahaya Game Online” yang merupakan rangkaian dari kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi siswa kelas X serta pembekalan bagi siswa kelas XI dan XII SMA Islam Al Azhar 1 di Jakarta, Senin (9/7).

Menurutnya, ciri orang yang kecanduan game online antara lain ditandai dengan perilaku yang bersangkutan yang kerap meninggalkan sholat saat bermain game. Selain itu, mereka tidak jarang lupa makan dan tidur.

Ia menegaskan kecanduan game online terjadi umumnya disebabkan pelaku tidak mampu mengendalikan emosi. Di samping itu, juga karena pengaruh dari lingkungan yang sangat kuat, terutama dari komunitas game online.

“Para remaja biasanya kecanduan game online karena game-game itu menyajikan hal baru di tiap levelnya sehingga tidak membosankan. Selain itu, tiap levelnya menghadirkan tantangan lebih besar yang memancing rasa penasaran untuk menyelesaikan,” paparnya.

Aris menambahkan saat bermain game online para pelaku umumnya juga mendapatkan reward saat mereka berhasil mencapai point tertentu. Bahkan, tidak sedikit game online yang disediakan oleh sejumlah vendor yang menyajikan kompetisi antar-gamer.

Akibat dari kecanduan game online yang seperti itu, kata Aris, perilaku para pelaku biasanya menjadi kurang sabar, berani kepada orang tua, lemah dalam mengatur waktu, kurang bergaul, dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Keadaan tersebut menyebabkan kesehatan fisik dan psikis pevandu game online menjadi terganggu.

“Dalam kasus-kasus tertentu di dunia, bahkan game online pernah menyebabkan pecandunya tewas di warung internet. Ada juga pecandu yang terpaksa membunuh teman main, bunuh diri, dan menyakiti dirinya sendiri,” ungkapnya.

Terkait dengan hal itu, ujar Aris, pihaknya meminta agar para orang tua dan pihak sekolah selalu mengingatkan para remaja tentang bahaya game online. Di samping itu, selalu mengawasi mereka agar para remaja tidak menjadi pecandu game online. (mustopa)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*