Buka Forum Tematik Bakohumas, Inilah HarapanJAM Intel Jan Maringka

JAKARTA-(TERBITTOP.COM)-Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel), Dr. Jan S Maringka secara resmi membuka penyelenggaraan Forum Tematik Bakohumas yang diselenggarakan Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung RI dengan tema “Mengawal Pendistribusian dan Pemanfaatan Dana Desa melalui Program Jaga Desa”.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Park Regis Arion Hotel, Jakarta Selatan ini diikuti oleh perwakilan humas Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas).

Dalam sambutannya, JAM Intel menyampaikan bahwa jaga desa adalah salah satu program unggulan Kejaksaan, dan melalui TP4 (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan).

“Kita berharap akan menjadi fungsi Kejaksaan dalam mempercepat pembangunan agar berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,”kata Yan.

Menurut JAM Intel,pengelolaan dana desa tidak bisa berjalan sendiri, untuk mencapai sasaran baik Kejaksaan, perangkat desa maupun pemerintah daerah harus bersama-sama memiliki pemahaman satu hati membangun negeri dan harus bersinergi.

“Oleh karena itu, melalui forum ini, kita menyampaikan pesan bahwa kita menjadi tempat yang bersahabat bagi masyarakat, tempat konsultasi pemerintah untuk bersama-sama mengawal pendistribusian dan pemanfaatan dana desa, kita ingin pertumbuhan ekonomi untuk kemajuan bangsa dan negara. Inilah bentuk kontribusi hukum dalam pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah”, ujar Jan Marinka.

Lebih lanjut JAM Intel mengatakan, penegakan hukum bukan lah industri. Dalam sebuah industri, semakin banyak jumlah produksi maka dikatakan berhasil. Penegakan hukum justru sebaliknya, dikatakan berhasil kalau aparat penegak hukum mampu menekan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesadaran hukum ditengah masyarakat. Pola pemikiran semacam ini harus dijunjung tinggi oleh setiap aparat penegak hukum dan juga harus dimiliki oleh setiap masyarakat karena yang lebih penting adalah peningkatan kesadaran hukum”, jelas Jan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Bakohumas, Rosarita Niken Widiastuti juga mengatakan sejak dana desa disalurkan, desa-desa di Indonesia telah mampu membangun infrastruktur dasar dalam jumlah yang sangat besar dan masif, yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar dan juga untuk membantu kegiatan ekonomi di desa.

“Hasil terbaik dari alokasi dana desa, yakni terbangunnya sarana dan prasarana penunjang aktifitas ekonomi masyarakat. Antara lain terbangunnya 1.140.378 meter jembatan, 191.600 kilometer jalan desa, 8.983 unit pasar desa, 37.830 unit kegiatan BUMDesa, 4.175 unit embung desa, dan 58.931 unit sarana irigasi,” kata Jan.

Selain itu, dana desa juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan sarana air bersih, Mandi Cuci Kakus (MCK), Polindes, PAUD, Posyandu, serta drainase”, jelas Niken.

Senada dengan JAM Intel, Ketua Umum Bakohumas menyampaikan bahwa peran aktif masyarakat terhadap pengawasan pemanfaatan dana desa sangat diperlukan, selain itu Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai salah satu aparat penegak hukum telah bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia melakukan Pengawalan terhadap Pendistribusian dan Pemanfaatan Dana Desa melalui program Jaga Desa”.

“Keberadaan program Jaga Desa sebagai sistem informasi dan deteksi dini dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan perlu terus dikembangkan dan dioptimalkan. Harapannya dengan berkurangnya kasus korupsi di tingkat pemerintah daerah dan juga pusat, penggunaan dana desa dapat lebih optimal dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat”, kata Ketua Umum Bakohumas.

Terkait pilihan tema yang diusung dalam kegiatan Forum Tematik Bakohumas, Kapuspenkum, Dr. Mukri memberikan penjelasan bahwa “tema ini sengaja kita pilih, mengingat Dana Desa merupakan salah satu program unggulan pemerintah yg bertujuan agar masyara

Leave a comment

Your email address will not be published.


*