
Kendari – Sekretaris Fungsional Pemberdayaan Perempuan (Sekfung Pkp) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari, mengecam tindakan yang tidak Senono yang diduga telah dilakukan oleh oknum TNI berinisial MB. Diketahui bahwa MB bertugas di Kodim 1417/kendari berpangkat sersan satu (Sertu).
Kasus ini mencuat setelah ibu korban inisial MS, mengungkapkan nasib anaknya melalui unggahan di media sosial Facebook. Ia meminta keadilan bagi putrinya yang mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN), Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Di sisi lain Tante korban inisial VN, mengatakan dugaan kekerasan seksual ini terkonfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap korban dan terbukti adanya kejahatan. tanggal 15 april 2026 pelaku melakukan pemeriksaan di kodim kendari, ke sanalah pengacara dan mendapat jawaban bahwa sore ini pelaku dilimpahkan ke POM Kendari. Namun, ketenangan keluarga korban tak bertahan lama, pada malam harinya pihak keluarga mengklaim mendapat kabar dari petugas bahwa terduga pelaku telah melarikan diri dari pengawasan saat proses pemeriksaan berlangsung.
Merespons kejadian naas tersebut Febriani Sarlis Selaku Sekretaris Fungsi Pemberdayaan Perempuan GMKI Cabang Kendari, menyatakan keprihatinannya terhadap korban dan segenap Keluarga, Febri mengecam keras tindakan oknum TNI Inisial MB yang saat ini diketahui telah kabur dari pengawasan satuannya dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Kita semua tentunya berharap kasus seperti ini harus segera di selesaikan dengan sigap oleh aparat terkait. sudah ada korban, tentu saya selaku perempuan merasakan kepiluan yang dirasakan oleh korban dan keluarga akibat perbuatan asusila yang dilakukan oleh oknum aparat, apa lagi kita ketahui bahwa pelaku saat ini berhasil kabur dan berkeliaran diluar sana tanpa pengawasan. maka dari itu kami sangat berharap agar pelaku MB segera ditangkap dan diserahkan untuk diberikan sanksi hukum yang seberat-beratnya”, Tegas Febri.
