
Kendari – Perayaan Ulang tahun Kota Kendari ke-195 tahun yang di rayakan setiap 9 Mei 2026 mengusung tema “Kendari Semakin Maju” dengan fokus pada kota yang inklusif dan penuh inovasi.
Namun, dibalik semaraknya perayaan serimonial yang di rayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari menilai ada persoalan-persoalan fundamental di tengah-tengah masyarakat kota kendari di bawa kepemimpinan Siska Karina Imran dan Sudirman (Siska-Sudirman), yang seharusnya menjadi perhatian khusus untuk segera di tuntaskan.
GMKI Cabang Kendari Mencatat poin fundamental yang bersinggungan langsung dengan masyarakat yaitu persoalan banjir yang terjadi setiap musim, Bahkan setiap waktu ketika intensitas hujan meningkat bahkan intensitas hujan yang rendah sekalipun tetap meninggalkan genangan di beberapa titik wilayah kota kendari.
Ketua Cabang GMKI Kendari mengatakan seharusnya di Hari Ulang Tahun (Hut) Kota Kendari yang ke 195 tahun ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi, bukan sekadar selebrasi apalagi sekedar pencitraan di hadapan masyarakat dan media yang tentu mengharapkan adanya solusi kongkrit jangka panjang dari Pemerintah untuk menuntaskan permasalahan-permasalahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Seperti yang kita ketahui bahwa dalam masa kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran persoalan banjir menjadi salah satu persoalan yang paling fundamental, ketika kita membuka lembaran lama, kita akan menemukan dalam rentan waktu yang cukup singkat pada, 13/02/2025 bencana banjir juga terjadi dan titik-titik yang tidak jauh berbeda dengan titik banjir yang saat ini merendam pemukiman warga setempat”, Ujar Ketua Cabang GMKI-Kendari.
Diketahui Data sementara per 10/05/2026 banjir kawasan kota kelurahan lepo-lepo, baruga, andonohu dan titik-titik lainnya yang terendam banjir akibat dampak salah satunya sungai wanggu yang meluap Ratusan KK dan 2.985 jiwa warga terdampak banjir,” kata Kepala BPBD Kendari. Sementara itu, seorang anak berusia lima tahun berjenis kelamin laki-laki, Rangga ditemukan tidak bernyawa usai diduga terseret arus banjir yang melanda wilayah Kendari.
faktor utama penyebab banjir diketahui ialah maraknya alih fungsi lahan resapan air menjadi kawasan perumahan maupun kawasan komersial yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang jelas.
Disebutkan juga bahwa Faktor yang turut memperparah kondisi banjir adalah sistem drainase kota yang dinilai belum memadai. Sejumlah kawasan perumahan baru disebut tidak memiliki sistem drainase yang baik atau tidak terintegrasi dengan jaringan drainase utama kota.
Seperti yang telah di ungkapkan di awal, GMKI Cabang Kendari mendesak agar segera mengevaluasi kinerja-kinerja dari Instansi teknis terkait juga legislatif yang dinilai kurang memberikan perhatian mitigasi bencana baik melalui pembangunan fisik (struktural) maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (non-struktural) pada kondisi-kondisi di titik rentan bencana khususnya banjir yang saat ini melanda kota.
