
Kendari, 23/02/2026 – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari sorot tindakan-tindakan arogansi dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang belakangan ini kerap terjadi.
Jans Victor selaku Ketua Cabang GMKI Kendari menerangkan telah menerima kabar bahwa telah terjadi intimidasi yang dilakukan Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo bersama anggotanya terhadap massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bombana Bersatu saat menggelar unjuk rasa penolakan PT Sultra Industrial Park (SIP) di Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/2/2026).
Menyikapi kejadian tersebut, Ketua GMKI memberikan kecaman atas tindakan yang di nilai berlebihan dan tidak sepatutnya di lakukan oleh seorang pimpinan kepolisian (Kapolres), yang seharusnya mengedepankan cara-cara pendekatan secara persuasif kepada masyarakat.
“ini merupakan tindakan arogan yang di tunjukkan oleh seorang pimpinan Kepolisian di daerah kepada masyarakat yang tengah berjuang mempertahankan wilayahnya dari aktivitas-aktivitas yang dapat merugikan lingkungan untuk regenerasinya kelak,” Ujar Jans Victor
Sementara itu di tengah reformasi secara menyeluruh institusi Polri, tindakan-tindakan seperti ini merupakan tindakan yang telah mencederai gerakan reformasi di tubuh Polri itu sendiri.
“saya berharap Kapolda Sulawesi Tenggara segera merespons kejadian tersebut agar menjadi nafas segar untuk masyarakat dalam mengawal reformasi kepolisian menjadi lebih baik dalam menjalankan tugas-tugas dan kewajiban kepolisian,” tegas Jans Victor.
